Kerja Gak sih gw??
Suatu hari, seorang teman gw nanya ke diri gw, " Lo ngerasa kerja gak sih?", "Bagi gw, kerja (mencari nafkah) …ya, layaknya seperti orang kantoran. Pergi pagi pulang sore.." Ungkapnya lagi…
Dzeigh!!!… kayak dihunjam belati rasanya hatiku… hmmm… so, gw kerja gak sie?? Baiklah, mungkin ini adalah pertanyaan yang sering dirasakan bagi teman- teman yang mencari nafkahnya dibidang bisnis, entreperneur atau bahkan serabutan…ato emang pengangguran heheheh.
Dulu Emak gw adalah orang yang paling me - complaint ketika gw memutuskan hidup untuk tidak mencari pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Ada banyak faktor ketika gw memutuskan untuk terjun didunia bisnis. Bahkan hingga saat ini boleh dikatakan bisnis gw belum memiliki platform yang pasti, artinya 2 - 3 ato 4 tahun kedepan gw gak kan terus bertahan. Namun, secara bertahap gw udah mulai menyusun strategi dan planning bisnis gw (bukan yang saat ini berjalan) yang lebih mengarah ke produksi dan mengandalkan jumlah SDM dan teknologi. Ada perlu banyak pembelajaran memang, dan amat sangat menyita waktu dan tenaga. Faktor tersebut adalah ;
- Pengalaman kerja pada beberapa perusahaan kecil ketika masih kuliah
- Pergaulan
- Cara memandang kehidupan dalam mencari nafkah
- Agama yang gw anut
Emak gw memandang pendidikan adalah jalan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Pendapat beliau benar adanya, contoh sederhana abang gw sendiri. Abang gw adalah contoh sederhana seorang anak yang menjadi impian orang tua. Rajin belajar, gak bikin masalah, taat agama, IPK cum laude, pekerjaan menjanjikan masa depan yang gemilang (salah satu perusahaan Telco terbesar di negeri ini), rumah pribadi, kendaraan pribadi, bahkan istri pun didapat dari emak gw!, lo bisa bayangin dunkz kenapa emak gw eneg banget ama gw.. kalo diriku dan diri abang ku dilakukan studi komparatif… hehehe.. secara fisik gw item, gendut, dan dia putih, atletis, fotogenic… wakakakakaka…
Kembali kesoal faktor- faktor tadi, untuk faktor pertama "Pengalaman kerja pada beberapa perusahaan kecil ketika masih kuliah" gw melihat, ketika gw bekerja pada perusahaan kecil tersebut relationship dan koneksi antara karyawan dan owner adalah direct, artinya keputusan, gaya bisnis, pola pengembangan dan kultur perusahaan langsung dikembangkan oleh sang owner. Artinya, usaha tersebut amat sangat tergantung dengan si owner tersebut. Biasanya pendelegasian tugas gak jelas, otorisasi setiap orang pun saling tumpang tindih. Bisa dikatakan semau gw, saat itu gw berfikir, some day I’ll develop my own company and make it better! Ya, 7 tahun kemudian, gw menyempatkan diri menjenguk para mantan-mantan bos gw, hanya 1 orang yang gw perhatiin mengalami kemajuan pesat. Sisanya bertahan dengan kemampuan yang ada alias stack. Walaupun secara financial mereka bagian dari kelas menengah atas, tapi bagi gw bisnis adalah mengembangkan ekonomi, memberikan lahan pekerjaan dan meningkat kan ekonomi secara keseluruhan.
Yang kedua soal pergaulan, mungkin gw bukan tipikal awamnya mahasiswa. Jaman mahasiswa gw suka nongkrong dipasar, ya kebetulan kontrakan gw pas dibelakang sebuah pasar tradisional. Teman-teman bermain catur gw (dipos ronda hehehe,gw suka ngerokok dan abang gw anti ama rokok, jadinya gw ikutan ronda biar bisa ngerokok wakakakaka..)adalah para pedagang pasar, teman maen badminton. Bahkan teman dimasjid (ketika sholat) adalah para pedagang, mulai dari ustad, kebanyakan dari mereka adalah bapak-bapak yang banyak memberikan semangat kepada diriku. Dari keluargaku aku sangat dekat dengan Paman ku (sepupu ayahku), Adik Nenekku, Kakak sepupuku yang mereka adalah para pengusaha yang tangguh yang menjadi salah satu inspirasi ku. Bahkan beberapa teman masa kecilku juga melakukan hal yang sama, berbisnis… dan kami selalu melakukan kontak.
Faktor berikutnya adalah cara memandang kehidupan mencari nafkah. Gw amat sangat percaya bahwa tanpa harus mengikuti gaya orang-orang pada umumnya, finding a job... gw bisa hidup kok. Mencari kerja, berkarir pada perusahaan besar, jaminan kesehatan, jaminan hari tua dll… gini aja.. dengan cara seperti ini boleh dibilang pendapatan gw udah cukup lumayan dibanding teman-teman gw yang seumuran gw, dengan pekerjaan mentereng. Soal gaji, gw sih emang gak beberapa lebih dari mereka, soal jaminan kesehatan, toh diri gw dah gw asuransiin, soal jaminan hari tua.. gw ikutan tabungan berjangka?? hayoo… smuanya tergantung gw.. dan gw senang ketika gw bisa nentuin diri gw.. dan gw gak pernah menyesalkan keputusan yang gw ambil dan telah gw pertimbangkan.. GW LAKI-LAKI prinsipnya.. smua idiom yang menyertai laki- laki, komit, percaya diri, disiplin, adventurer, gentlemen, apalagi hayoo..gw jalanin dah! hehehe…tapi satu yang tetap mesti gw jalanin dan masih gw berusaha mempelajari dan mengamali.. sabar, syukur dan ihklas..
Agama yang gw anut…, Islam. Gw gak kan bahas dalam bahasa keagamaan yang biasanya disertai dengan sumber hadist ato dalil2 Al-Qur’an. Tapi gw akan memaparkan dalil-dalil yang biasa kita dengar, artinya secara umum dapat di "iya"kan tanpa harus diperdebatkan, soalnya ustad dah sering ngocehin masalah ini dimasjid. Pertama, nabi pernah bilang "pekerjaan yang paling mulia dimuka adalah menajadi pedagang, " berikut nya "9 dari 10 pintu rejeki ada dalam dunia perniagaan" lalu nabi adalah seorang pengusaha, sahabat yang paling kaya zaman nabi adalah pengusaha… abu bakar contoh pengusaha sukses.. syiar Islam tak lepas dari campur tangan Siti Khadijah yang notabene adalah pengusaha kemudian hadist (perawinya lo hunting sendiri dah!)"Allah sangat mencintai hambanya yang kuat (fisik & finansial) dari pada hambanya yang miskin". So jelas bukan??? gw yakin kok, rejeki, jodoh, dan mati ditangan Allah, smuanya sudah ditakdirkan.. tapi ingat, pembahasan soal takdir adalah pembahasan yang dilarang dan jarang dibahas dalam agama Islam. Ilmu takdir baru dikeluarkan ketika masuk kedalam tatanan ikhlas dan menyerah kan segalanya kepada Allah setelah segala daya dilakukan alias tawakal.. so jelas kan semuanya…
Kembali kepertanyaan awal " Lo ngerasa kerja gak si?… gw jawab Ntar deh,suatu hari nanti sebenarnya gw pengen kerja jadi GURU…oh ya..buat yang nanya "jangan nanya begitu nape??? kayak emak gw aja…hehehe"
September 9th, 2007 at 4:20 pm
hahahaa
dasar pengangguran
*isi tts lagi…*
September 9th, 2007 at 7:52 pm
eh, sekarang jabatannya mahasiswa ya ? sori gw lupa…
=))
September 11th, 2007 at 9:41 am
wakakaka, sesama pengangguran dilarang berkomentar!
September 15th, 2007 at 11:03 am
hahaehauehahhaehaea… kalo gitu jangan lulus cepet2, daripada turun status dari mahasiswa jadi pengangguran
September 18th, 2007 at 1:58 am
mmmhhh.. gw… pikir, gw rasa dan gw raba.. elu duit 100-an (lho……)..
hehehehehe yang pasti teryata lu bis juga nulis selain makan, wakakakakak..
take car all the best
September 21st, 2007 at 11:25 am
Lia.. komen nya jangan ngeraba2 gw dunkz.. cukup jaman kulaih aje lo raba2 gw wakakaka…
September 22nd, 2007 at 2:12 am
kyknya gw setuju sm nyokap loe dech hehe…..secara sorry
September 22nd, 2007 at 2:15 am
kyknya gw setuju sm nyokap loe dech hehe…..secara sorry
September 22nd, 2007 at 11:07 pm
hahahaa… jadi aku masuk mantan bos golongan mana Put?
bwakakakak *Aa Nata 
September 23rd, 2007 at 9:52 am
ya yang cuma satu2 nya.. itu..
November 5th, 2007 at 12:48 am
gila..gw suka banget ama tulisan ini..ama isinya yang berbobot dan menujukkan orang yang benar2 ingin jadi dirinya sendiri..dan punya jati diri.
bravo yaa..putra..
salam kenal dari gw vera..
if you don’t mind
pliz call me
021-92216857 or 081311478426
siapa tahu bisa jadi temen disscuss yang baik.
sekalian gw mau interupsi soal posting blog elo “wanita” yang sedikit menyudutkan itu..
i really waiting for you..